PASURUAN | SQUADNEWS.COM – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pasuruan mulai memasuki tahap dropping material bangunan kepada warga penerima bantuan. Program dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman tersebut disambut antusias masyarakat kurang mampu yang selama ini menantikan perbaikan rumah layak huni.
Tahap awal penyaluran material dilakukan melalui toko bangunan yang menjadi mitra program. Dari total 200 unit rumah yang telah dinyatakan lolos persyaratan, saat ini baru 72 kepala keluarga yang sudah menerima Surat Keputusan (SK) penerima bantuan. Sementara sisanya masih dalam proses administrasi lanjutan.
Staf Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan menjelaskan, untuk wilayah Desa Ampelsari, Kecamatan Pasrepan, proses dropping material sudah mulai dilakukan. Sedangkan untuk Desa Wonosunyo dan Bulusari, Kecamatan Gempol, masih dalam tahap penentuan toko penyedia material bangunan.
“Untuk pembangunan fisik diperkirakan dimulai setelah Hari Raya Idul Adha, karena saat ini fokus pada penyaluran material kepada penerima bantuan,” jelasnya, Senin (11/05/26).
Dalam program BSPS tersebut, setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta per unit rumah. Rinciannya, Rp17,5 juta digunakan untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk biaya upah pekerja.
Meski demikian, program ini tetap mengedepankan semangat swadaya masyarakat. Penerima bantuan diwajibkan melibatkan partisipasi keluarga dan lingkungan sekitar dalam proses pembangunan rumah.
Pelaksanaan pembangunan juga tidak ditangani kontraktor, melainkan dilakukan secara gotong royong oleh keluarga dan warga sekitar. Skema tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa kebersamaan serta kepedulian sosial terhadap masyarakat kurang mampu di Kabupaten Pasuruan. ( Lin )
