PASURUAN | SQUADNEWS.COM - Keselamatan para pengguna jalan yang melintas di jalur alternatif Pandaan–Trawas kini terancam serius. Kerusakan parah akibat robohnya dinding penahan jalan di Desa Sumber Gedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat setempat. Jalur yang kian menyempit tersebut dinilai menjadi "jebakan maut" yang telah memakan korban kecelakaan beruntun dalam sepekan terakhir.
Kondisi geografis jalur alternatif ini memang dikenal penuh tantangan dengan kontur jalan naik-turun serta tikungan tajam. Robohnya struktur penahan jalan memperparah keadaan, menyisakan kubangan menganga yang nyaris tak terlihat, terutama pada malam hari karena minimnya penerangan. Para pengendara kini terpaksa melintas dengan rasa cemas dan waswas akan risiko tergelincir atau terperosok.
Dua Kecelakaan Berturut-turut dalam Seminggu
Kepala Dusun (Kasun) setempat, Abdul Latif, membeberkan fakta mengkhawatirkan di lokasi kejadian. Menurutnya, penyempitan badan jalan membuat kendaraan sangat sulit berpapasan. Situasi semakin kritis ketika mobil atau kendaraan besar melintas di jalan menurun, di mana laju kendaraan kerap tak terkendali.
"Kami sebagai warga sering kali mendapat laporan dan menyaksikan langsung kecelakaan di sini. Bahkan sudah dua kali terjadi kecelakaan berturut-turut dalam minggu ini," ungkap Abdul Latif saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Dampak dari kecelakaan tersebut tidak main-main. Korban dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan perawatan darurat akibat luka-luka yang diderita.
Warga Pertanyakan Respons Dinas Pengairan & PU Bina Marga
Kerusakan yang biarkan berlarut-larut ini memicu kritik keras dari warga. Tergerusnya tanah yang sudah memakan sebagian badan jalan menuntut penanganan darurat tanpa menunda-nunda waktu.
Mewakili warga dan pengguna jalan, Abdul Latif mendesak Pemerintah Provinsi, khususnya Dinas Pengairan Provinsi dan Dinas PU Bina Marga, untuk segera turun ke lapangan dan melakukan perbaikan permanen di dua titik lokasi paling rawan.
"Harapan kami, Dinas Pengairan Provinsi dan PU Bina Marga segera meninjau dan memperbaiki kembali titik yang tergerus sampai ke tengah jalan ini. Jangan menunggu ada korban jiwa berikutnya di jalur kritis Pandaan–Trawas ini," tegas Abdul.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak berwenang segera memasang tanda bahaya yang memadai di sekitar lokasi serta merealisasikan perbaikan fisik secepatnya demi menjamin keselamatan masyarakat. ( Red )

